Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

kamu itu ... kamu

kamu.. bukanlah matahari bukan yang selalu bersinar yang menjadi sumber cahayaku karena terkadang, matahari sangat menyakiti saat teriknya menyengat kamu.. juga bukan salju yang menyejukkan hati karena terkadang, salju mencipta beku kamu.. juga bukan bulan penerang dalam kegelapan karena bulan terlihat begitu indah, hanya pada jarak yang teramat jauh dan kamu.. tentu tak seperti mawar yang indah dan sedap dipandang karena mawar berduri dan dapat sirna tapi kamu.. adalah kamu yang apa adanya dan selalu dihatiku Andri, 2014

21:18

sudah lah buang saja jauh jauh pemikiranmu tentangku aku yakin apa yang berputar di kepalamu sama saja dengan mereka tak pernah ada rasa seperti itu di benakku barang sekejap hatiku ini terlampau peka untuk kau tipu aku memahami situasi ini mungkin benar kau memang tak pernah sungguh sungguh mengenal ku tak ada beda dengan mereka semua mungkin aku hanya sebuah payung di musim penghujanmu menemani kala hujan mendera yang mencoba menyakitimu kau butuhkan sebagai tameng dari hujan yang mendera tapi lihat saja apa yang terjadi saat musim berganti sosok mu dengan perlahan meninggalkanku tak lagi membutuhkan payung tak ada lagi aku disisimu entah lah aku hanya merasa lelah lelah yang teramat sangat letih hanya dijadikan sandaran dalam suatu musim lalu saat musim berganti ditinggalkan begitu saja. sendiri. aku ingin sosok yang selalu ada di sepanjang musim tak hanya di satu masa seperti ini aku lelah menguak kehilangan yang sama aku bukan seperti sebuah halte unt...

..

apa yang kita ingat dari kenangan - kenangan yang terekam oleh kita? nama tempat, nama permainan, nama teman, atau kejadian adalah hal - hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa tapi tidak dengan rasa rasa tenang, rasa sedih... akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita karna sau persatu cerita berhebti dan menjaddi kenangan cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia cinta yang tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan.. tapi dia ada sejak kita bahkan belum bisa mengucapkannya cinta yang sejati, cinta yang ketika kita kira sudah pergi ternyata cuma bersembunyi, menunggu untuk kembali cinta yang ternyata tidak buta karena dia selamanya akan menuntun aku. menuntun kamu. menuntun kita moammar emka

patah

aku patah saat kusadar kau tlah beranjak pergi dari tepiku membiarkanku termangu diam tertusuk kecewa kau sudahi cerita rindu dengan bahagia yang bukan untukku tahukah kamu kini hanya ada lara yang tertinggal satu demi satu membunuh setiaku bersama sepi mnyulutkan benci bertahta dalam palung hatiku semua tlah usai kau buat kumerasakan damba semu apa yang kuyakini cinta tak berarti apa bagimu dan hatimu tak pernah kau sisakan untuk diriku aku pergi karena mencintaimu ... moammar emka